Bedah Rumah Dhuafa

Rp10,000,000

Rumah tidak layak huni itu bertebaran dimana-mana padahal konon ini adalah program utama pemerintah dan menjadi bagian isu SDG’s segala rupa. Bagaimana kalau kita saja yang bertindak yuk mari!

Dari mulai rehab ringan untuk sekedar melapis rumah-rumah yang beralas tanah menjadi semen atau ubin sederhana. Atau memperbaiki atap rumah yang nyaris roboh dan bocor disana-sini atau bahkan bisa kita renovasi total menjadi rumah sederhana yang layak dan nyaman untuk berlindung keluarganya dan beribadah tenang kepadaNya. Bismillah…. Yuk!

0 Donasi

Kami punya cerita yang melatarbelakangi digulirkannya program ini…

Shubuh itu tetiba ada yang mengirim chat disertai beberapa foto tentang kondisi seorang guru ngaji di kab. Bandung yang sungguh sulit kami percayai.

Beliau adalah seorang Da’i dan guru ngaji plus juga guru disebuah MTS swasta. Sudah bisa diduga penghasilannya berapa, ditambah pandemi menerjang sudah terbayang situasinya sekarang. Tetapi sungguh foto2 itu mengundang kami untuk langsung datang.

Tiba di lokasi ustadz menyambut kami tapi bukan di rumahnya melainkan di pelataran masjid yang beliau kelola tak jauh dari rumahnya. “Maaf nih kita ngobrolnya disini saja ya, tak apa kan?” Katanya ramah. Setelah beberapa saat mengobrol seorang rekan yang cekatan menyodorkan minuman yang dibelinya dari warung, ternyata beliau sendiri yang sedang shaum ditengah kami yang minum terkulum.

Kelu lidah ini menyampaikan maksud ingin berkunjung ke rumah beliau untuk melihat kondisi sebenarnya, setelah berbelit kesana kemari, beruntung ustadz akhirnya menangkap dan mengizinkannya, meski nampak raut sedih yang ditahannya.

Sungguh tak kuasa kami memasuki rumah beliau, kami hanya melihat dari pintu depan saja kemudian berputar-putar mengelilinginya, karena sudah sangat jelas bahwa kita harus segera berbuat sesuatu untuk membantunya, memuliakannya.

Tak pantas bagi kita menyaksikan seorang guru ngaji, ketua DKM yang juga memegang amanah pengurus keumatan di tingkat kecamatan, rumahnya sedemikian memprihatinkan. Kontras dengan kondisi tetangga-tetangganya yang sudah permanen dan bagus-bagus rumahnya. Sungguh kami tak bisa membayangkan keikhlasan, kesabaran dan ketawakalan beliau beserta istri dan 11 anaknya tumbuh di rumah ini bertahun-tahun lamanya.

Memang pernah katanya beliau dikabari akan mendapatkan dana Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) sampai 2 kali. Tapi beliau tak pernah menerimanya hanya pernah diajak berfoto saja di rumah entah siapa yang nampak baru selesai diperbaiki. #Naudzubillahimindzalik 😭🙏

Sudahlah kita saja yang bergerak. Yuk Quick Respon (Rereongan Spontan) Kita robohkan rumah yang ini dan bangunkan rumah yang layak buat Guru Ngaji kita di atasnya. Yuk siapapun anda-Pengusaha, Karyawan, Pemilik toko bangunan atau juga teman2 komunitas manapun, siapapun-yang mau nyumbang buat semennya, batanya berapapun kita bangunkan segera. Sekarang!

Alhamdulillah mission accomplish. Rumah Guru Ngaji kita ini telah selesai dengan kondisi yang sangat membahagiakan (seperti nampak di foto).

Namun rupanya cerita tak berhenti disana, bertubi-tubi kami mendapatkan laporan dari daerah lainnya yang bernasib sama atau lebih mengenaskan, rumah-rumah tidak layak huni itu bertebaran dimana-mana padahal konon ini adalah program utama pemerintah dan menjadi bagian isu SDG’s segala rupa. Bagaimana kalau kita saja yang bertindak yuk mari!

Dari mulai rehab ringan untuk sekedar melapis rumah-rumah yang beralasa tanah menjadi semen atau ubin sederhana. Atau memperbaiki atap rumah yang nyaris roboh dan bocor disana-sini atau bahkan bisa kita renovasi total menjadi rumah sederhana yang layak dan nyaman untuk berlindung keluarganya dan beribadah tenang kepadaNya. Bismillah…. Yuk!

Titip Doa & Niat

Silakan titipkan doa dan niat Anda.

Jadilah yang pertama menitipkan doa dan niat “Bedah Rumah Dhuafa”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja
Scroll to Top
Terima kasih telah beramal
45 menit lalu